Tampilkan postingan dengan label tips haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips haji. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Mengatasi Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat

Mengatasi Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat

Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat Terbang
Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat Terbang
 
Haji pada masa lalu sering dilakukan dengan menggunakan kapal laut. Namun saat ini, transportasi menggunakan pesawat cukup efektif dalam menempuh perjalanan yang jauh. Dengan pesawat, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat. Begitu pula saat keberangkatan dan kepulangan jamaah haji menuju tanah suci.

Bagi mereka yang sudah terbiasa naik pesawat, barangkali tidak begitu terpengaruh kondisi saat terbang dan tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun,bagi mereka yang belum terbiasa, apalagi yang belum pernah melakukan perjalanan jauh dengan pesawat bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan berikut.

Telinga nyeri saat naik pesawat terbang
Keluhan ini terjadi karena adanya penyumbatan saluran yang menghubungkan rongga belakang hidung (nasofaring) dengan rongga telinga tengah (cavum tympany). Saluran ini disebut eustacius dan berfungsi untuk menyamakan besarnya tekanan udara luar. Setiap kali pesawat mendarat (landing) atau naik (take off) akan terjadi perubahan pada tekanan udara luar. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian antara tekanan udara luar dengan tekanan dalam rongga telinga tengah.

Valsalva
Valsalva
Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan beberapa usaha untuk membuka saluran tuba. Dengan begitu, rasa nyeri di telinga dapat segera hilang. Beberapa usaha yang dimaksud antara lain melakukan gerakan seperti mengunyah permen, menguap, atau melakukan valsava (meniup pada saat mulut tertutup).

Kesemutan
Kesemutan dan perasaan kebas adalah gangguan kesehatan yang muncul saat kedinginan atau saat posisi duduk tidak benar. Tekanan pada saraf mengakibatkan putusnya pasokan darah ke otak untuk sesaat atau beberapa waktu. Namun, rasa ini akan hilang segera setelah kita bergerak atau dalam beberapa saat dengan sendirinya. Oleh sebab itu, sebaiknya kita memperhatikan posisi ketika tidur dan duduk.

Kram kaki
Kram kaki bisa disebabkan duduk atau berdiri terlalu lama pada satu posisi. Pemakaian sepatu dan sandal hak tinggi dalam waktu lama juga bisa melemahkan otot di betis dan menyebabkan kram. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit juga berpotensi menimbulkan kram otot. Begitu pula dengan arteri yang tersumbat atau menyempit, bisa mengurangi aliran darah ke kaki dan menyebabkan kram.

Solusi Kram Kaki
Solusi Kram Kaki
Untuk mengatasi munculnya kram kaki, berikut solusi mengatasi kram karena berdiri terlalu lama.
  1. Cari tempat duduk atau tempat bersandar, lalu lepas alas kaki.
  2. Angkat telapak kaki yang sakit ke atas pangkuan. Jangan membungkuk karena posisi membungkuk bisa menekan daerah perut.
  3. Perhatikan tekanan otot ketika terjadi serangan kram. Jika kram mengakibatkan jemari kaki mengucup, gunakan tangan untuk menekan jemari kaki ke arah atas secara perlahan hingga membuka kembali.
  4. Jika kram sudah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah lancar kembali.

Kaki bengkak
Umumnya, kaki bengkak disebabkan adanya penumpukan cairan di pergelangan kaki. Penyebab lainnya adalah terganggunya peredaran darah akibat posisi kaki tergantung dalam waktu yang lama. Umumnya, kondisi kaki bengkak yang bukan disebabkan penyakit bawaan akan hilang dengan sendiri dalam waktu 24 jam.

Solusi Kaki Bengkak
Solusi Kaki Bengkak
 Untuk menghindari terjadinya kaki bengkak, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.
  1. Pastikan sepatu atau sandal yang digunakan pas dan nyaman.
  2. Gunakan kaos kaki yang tidak terlalu ketat.
  3. Jika memungkinkan, lepaskan sepatu beberapa saat. Kemudian luruskan kaki dengan cara meregangkan atau berdiri dan berjalan.
  4. Lakukan senam pagi untuk memperlancar peredaran darah.
  5. Lakukan pemijatan  lembut untuk melancarkan peredaran darah di sekitar kaki.
  6. Pastikan posisi kaki tidak menggantung dengan memanfaaatkan bantalan kaki yang tersedia di pesawat.
  7. Cari tempat duduk yang memungkinkan kita bisa mengangkat.

Tidak bisa istirahat
Biasanya, gangguan ini disebabkan perasaan gembira yang luar biasa alias antusiasme saat keberangkatan menuju tanah suci. Bisa jadi juga disebabkan tidak terbiasa tidur sambil duduk, tidur dengan lampu menyala, atau tidur dalam udara yang sangat dingin. Mengingat kegiatan yang padat saat tiba di tanah suci, sedapat mungkin usahakan tidur walau sejenak.

Mendengarkan Musik Di Pesawat Terbang
Mendengarkan Musik Di Pesawat Terbang

Agar bisa tidur dalam pesawat, cobalah untuk rileks dan atur posisi kursi agak miring ke belakang supaya posisi badan lebih nyaman. Jika harus gelap, matikan lampu atau menutup mata dengan penutup yang biasanya disediakan pihak pesawat. Manfaatkan earphone untuk mendengar lagu-lagu lembut agar rileks. Jika merasa dingin, mintalah pada pramugari bantal dan selimut. Selanjutnya atur volume AC.

Gangguan pencernaan
Biasanya, gangguan pencernaan yang terjadi di pesawat lebih disebabkan keterlambatan makan, masuk angin, atau tidak cocok dengan makanan yang disajikan.

Hindari Kafein
Hindari Kafein
Solusinya, jangan biarkan perut kosong, minum minuman yang hangat, hindari makanan yang mengandung gas, hindari minuman yang mengandung kafein, serta perhatikan agar hembusan AC tidak langsung mengarah ke bagian tubuh.

Sulit makan
Sulit makan bisa disebabkan faktor makanan yang disajikan tidak sesuai. Selain itu, sulit makan bisa disebabkan kelelahan atau perasaaan terlalu gembira (antusias). Mengingat kondisi ini bisa berakibat tidak baik, paksakan untuk makan walaupun sedikit demi sedikit. Jika perlu, siapkan makanan yang sesuai dengan selera.

Mabuk udara
Jika memang sering mengalami mabuk kendaraan,sejak awal sebaiknya di informasikan kepada pengurus keberangkatan agar diberi tempat duduk di sekitar bagian sayap pesawat atau bagian depan. Hal ini disebabkan guncangan di daerah ekor pesawat lebih terasa. Pastikan kantung untuk sampah atau muntah tersedia, jika perlu mintalah kantung tambahan.

Itulah beberapa gangguan fisik yang biasa menyerang jamaah haji saat di pesawat. Semoga informasi ini bermanfaat sehingga ibadah haji yang kita lakukan menjadi lebih nyaman. Selamat menunaikan ibadah haji. (Jng/RA)

Mengatasi Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat

Mengatasi Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat

Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat Terbang
Gangguan Kesehatan Haji di Pesawat Terbang
 
Haji pada masa lalu sering dilakukan dengan menggunakan kapal laut. Namun saat ini, transportasi menggunakan pesawat cukup efektif dalam menempuh perjalanan yang jauh. Dengan pesawat, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat. Begitu pula saat keberangkatan dan kepulangan jamaah haji menuju tanah suci.

Bagi mereka yang sudah terbiasa naik pesawat, barangkali tidak begitu terpengaruh kondisi saat terbang dan tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun,bagi mereka yang belum terbiasa, apalagi yang belum pernah melakukan perjalanan jauh dengan pesawat bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan berikut.

Telinga nyeri saat naik pesawat terbang
Keluhan ini terjadi karena adanya penyumbatan saluran yang menghubungkan rongga belakang hidung (nasofaring) dengan rongga telinga tengah (cavum tympany). Saluran ini disebut eustacius dan berfungsi untuk menyamakan besarnya tekanan udara luar. Setiap kali pesawat mendarat (landing) atau naik (take off) akan terjadi perubahan pada tekanan udara luar. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian antara tekanan udara luar dengan tekanan dalam rongga telinga tengah.

Valsalva
Valsalva
Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan beberapa usaha untuk membuka saluran tuba. Dengan begitu, rasa nyeri di telinga dapat segera hilang. Beberapa usaha yang dimaksud antara lain melakukan gerakan seperti mengunyah permen, menguap, atau melakukan valsava (meniup pada saat mulut tertutup).

Kesemutan
Kesemutan dan perasaan kebas adalah gangguan kesehatan yang muncul saat kedinginan atau saat posisi duduk tidak benar. Tekanan pada saraf mengakibatkan putusnya pasokan darah ke otak untuk sesaat atau beberapa waktu. Namun, rasa ini akan hilang segera setelah kita bergerak atau dalam beberapa saat dengan sendirinya. Oleh sebab itu, sebaiknya kita memperhatikan posisi ketika tidur dan duduk.

Kram kaki
Kram kaki bisa disebabkan duduk atau berdiri terlalu lama pada satu posisi. Pemakaian sepatu dan sandal hak tinggi dalam waktu lama juga bisa melemahkan otot di betis dan menyebabkan kram. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit juga berpotensi menimbulkan kram otot. Begitu pula dengan arteri yang tersumbat atau menyempit, bisa mengurangi aliran darah ke kaki dan menyebabkan kram.

Solusi Kram Kaki
Solusi Kram Kaki
Untuk mengatasi munculnya kram kaki, berikut solusi mengatasi kram karena berdiri terlalu lama.
  1. Cari tempat duduk atau tempat bersandar, lalu lepas alas kaki.
  2. Angkat telapak kaki yang sakit ke atas pangkuan. Jangan membungkuk karena posisi membungkuk bisa menekan daerah perut.
  3. Perhatikan tekanan otot ketika terjadi serangan kram. Jika kram mengakibatkan jemari kaki mengucup, gunakan tangan untuk menekan jemari kaki ke arah atas secara perlahan hingga membuka kembali.
  4. Jika kram sudah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah lancar kembali.

Kaki bengkak
Umumnya, kaki bengkak disebabkan adanya penumpukan cairan di pergelangan kaki. Penyebab lainnya adalah terganggunya peredaran darah akibat posisi kaki tergantung dalam waktu yang lama. Umumnya, kondisi kaki bengkak yang bukan disebabkan penyakit bawaan akan hilang dengan sendiri dalam waktu 24 jam.

Solusi Kaki Bengkak
Solusi Kaki Bengkak
 Untuk menghindari terjadinya kaki bengkak, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.
  1. Pastikan sepatu atau sandal yang digunakan pas dan nyaman.
  2. Gunakan kaos kaki yang tidak terlalu ketat.
  3. Jika memungkinkan, lepaskan sepatu beberapa saat. Kemudian luruskan kaki dengan cara meregangkan atau berdiri dan berjalan.
  4. Lakukan senam pagi untuk memperlancar peredaran darah.
  5. Lakukan pemijatan  lembut untuk melancarkan peredaran darah di sekitar kaki.
  6. Pastikan posisi kaki tidak menggantung dengan memanfaaatkan bantalan kaki yang tersedia di pesawat.
  7. Cari tempat duduk yang memungkinkan kita bisa mengangkat.

Tidak bisa istirahat
Biasanya, gangguan ini disebabkan perasaan gembira yang luar biasa alias antusiasme saat keberangkatan menuju tanah suci. Bisa jadi juga disebabkan tidak terbiasa tidur sambil duduk, tidur dengan lampu menyala, atau tidur dalam udara yang sangat dingin. Mengingat kegiatan yang padat saat tiba di tanah suci, sedapat mungkin usahakan tidur walau sejenak.

Mendengarkan Musik Di Pesawat Terbang
Mendengarkan Musik Di Pesawat Terbang

Agar bisa tidur dalam pesawat, cobalah untuk rileks dan atur posisi kursi agak miring ke belakang supaya posisi badan lebih nyaman. Jika harus gelap, matikan lampu atau menutup mata dengan penutup yang biasanya disediakan pihak pesawat. Manfaatkan earphone untuk mendengar lagu-lagu lembut agar rileks. Jika merasa dingin, mintalah pada pramugari bantal dan selimut. Selanjutnya atur volume AC.

Gangguan pencernaan
Biasanya, gangguan pencernaan yang terjadi di pesawat lebih disebabkan keterlambatan makan, masuk angin, atau tidak cocok dengan makanan yang disajikan.

Hindari Kafein
Hindari Kafein
Solusinya, jangan biarkan perut kosong, minum minuman yang hangat, hindari makanan yang mengandung gas, hindari minuman yang mengandung kafein, serta perhatikan agar hembusan AC tidak langsung mengarah ke bagian tubuh.

Sulit makan
Sulit makan bisa disebabkan faktor makanan yang disajikan tidak sesuai. Selain itu, sulit makan bisa disebabkan kelelahan atau perasaaan terlalu gembira (antusias). Mengingat kondisi ini bisa berakibat tidak baik, paksakan untuk makan walaupun sedikit demi sedikit. Jika perlu, siapkan makanan yang sesuai dengan selera.

Mabuk udara
Jika memang sering mengalami mabuk kendaraan,sejak awal sebaiknya di informasikan kepada pengurus keberangkatan agar diberi tempat duduk di sekitar bagian sayap pesawat atau bagian depan. Hal ini disebabkan guncangan di daerah ekor pesawat lebih terasa. Pastikan kantung untuk sampah atau muntah tersedia, jika perlu mintalah kantung tambahan.

Itulah beberapa gangguan fisik yang biasa menyerang jamaah haji saat di pesawat. Semoga informasi ini bermanfaat sehingga ibadah haji yang kita lakukan menjadi lebih nyaman. Selamat menunaikan ibadah haji. (Jng/RA)

Senin, 25 Juni 2012

Kiat Antisipasi Aksi Kejahatan Saat Berhaji

Kejahatan memang bisa terjadi di mana saja. Jika ada niat dan kesempatan, para pelaku kejahatan tidak merasa segan untuk melakukan kejahatannya, termasuk di tanah suci. Dalam sebuah berita di poskota.co.id, terdapat beberapa modus kejahatan yang dilakukan di tanah suci. Berikut ulasannya.
MADINAH (Pos Kota) – Masih ada saja orang jahat di pusat ibadah seagung Masjid Nabawi, Madinah. Para penjahat, termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri, memiliki sejumlah modus operandi kejahatan yang terus “diperbarui”.

Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi bentukan Misi Haji Indonesia di Madinah, Hendra Wirawan, telah mengumpulkan sejumlah modus kejahatan yang terjadi, sehingga seluruh jemaah hendaknya diimbau selalu waspada terhadap aksi kejahatan di tanah suci.

1. Tas bawaan ditaruh di ujung sajadah/tempat sujud digondol maling. Kasus ini menimpa seorang jamaah dari Padang. Tasnya berisi 12 juta rupiah dan 1.500 riyal (living cost) serta kamera digital. Tas hilang pada rakaat ketiga. Pada saat yang sama, jamaah yang sedang salat di belakangnya bawaannya juga raib. Muncul kecurigaan pelakunya adalah anak yang berlarian di pelataran masjid. Polisi Saudi yang dilapori segera menangkap sejumlah anak yang berlarian. Tapi setelah dilihat, tidak ada indikasi mereka pelakunya. "Jadi sebaiknya tas tetap menempel di badan, jangan ditaruh," saran Hendra.

2. Perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita, menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid. Seorang jamaah perempuan RI kehilangan HP akibat penggeledahan ini. Ada juga yang kehilangan dompet berisi 4.000 riyal karena dipepet orang.

3. Modus WNI mengantar jamaah RI tersasar. Setiba di tujuan, mereka minta bayaran. "Ada jamaah yang dimintai 50 riyal (Rp 125 ribu)," katanya.

4. Modus menawarkan membeli kambing untuk membayar dam.

5. Modus peminta-minta yang mengaku mahasiswa Palestina, meminta sumbangan. "Jamaah kita biasanya mudah iba. Kemarin saya nemui jamaah yang juga memberi sumbangan, kami dekati, kami tanya: Bapak tahu tidak apa yang Bapak lakukan'. Itu untuk memastikan Bapak itu tidak diperas," ujar Hendra.

6. Kejahatan riskan terjadi di pasar tumpah, yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai. "Seorang jamaah perempuan yang tasnya nempel di badan, kemarin teriak ada copet. Kami kejar, pelakunya kabur," ujar Hendra.

7. Tas disilet saat berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi usai salat wajib. Seorang jamaah di Sektor I kehilangan dompet akibat modus ini.Modus di atas melengkapi modus yang telah terjadi sebelumnya yaitu pura-pura membantu jamaah tersesat. Di tengah jalan, pelaku merampas uang jamaah dan meninggalkannya begitu saja.

Atas semua insiden itu, Hendra menyarankan agar jamaah tidak banyak membawa uang saat ke masjid. "Bawalah paling banyak 50 riyal," pesan Hendra. Kalaulah membawa uang banyak untuk berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga saling menjaga.

Oknum sebangsa dan setanah air

Miris memang. Jika biasanya ikatan sebangsa-setanah air akan menjadi kuat ketika berada di tanah air orang lain, tetapi suasana itu belakangan ini dirusak oleh sesama pendatang dari tanah air. Di Madinah ada jamaah calon haji Indonesia yang dirampas uangnya. Ironisnya pelakunya diduga kuat masih saudara kita sebangsa.

Petugas haji Indonesia pernah memergoki seseorang yang menyamar sebagai petugas lengkap dengan seragamnya, diduga melakukan penipuan terhadap jemaah haji. Ada pula yang lebih memalukan. Saat tertangkap petugas, orang tersebut menyamar dengan berpakaian ihram, layaknya orang yang akan melaksanakan umrah. Lagi-lagi pelakunya bangsa sendiri.

Tak hanya jamaah, bahkan seorang petugas kesehatan rombongan jamaah haji khusus pun menjadi korban aksi perampasan. Seperti yang dialami Dokter. Pelaku berhasil merampas dompet korban yang berisi uang dalam bentuk rupiah dan riyal, beberapa kartu kredit, serta beberapa surat berharga. Korban mengaku bahwa pelaku bisa berbahasa Indonesia, tapi dia tidak bisa memastikan apa pelaku memang warga Indonesia.

Tips antisipasi kejahatan di tanah suci

Banyaknya modus kejahatan yang terjadi memang tidak seharusnya menjadi halangan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, langkah antisipasi sangat perlu dilakukan. Berikut beberapa tips antisipasi kejahatan di tanah suci.

1.Jangan pergi sendiri
Jemaah haji Indonesia diharapkan jangan pergi sendirian untuk menghindari aksi perampasan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Jamaah hendaknya berangkat berkelompok minimal 4-5 orang. Hal itu diungkapkan Kepala Panitia Penyenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi. “Karena korban kejahatan seringkali sedang sendirian atau kesasar, dan biasanya orang lanjut usia,” katanya.

2.Membawa uang secukupnya
Menyikapi berbagai tindak kejahatan yang menimpa beberapa jamaah haji Indonesia di Madinah, Akhmad menghimbau agar jemaah sebaiknya tidak banyak membawa uang. Ia melihat saat ini ada tren jamaah membawa banyak uang di sakunya.
Ia menuturkan bahwa membawa banyak uang dalam rangka pelaksanaan ibadah haji justru akan membuat ibadah jemaah itu sendiri menjadi terganggu. Jemaah haji yang seharusnya fokus kepada ibadah, tentunya akan terpecah pikirannya karena memikirkan keamanan uangnya itu. Jadi, bawalah bekal secukupnya.

3.Gunakan jasa safety box di hotel tempat menginap
Di bagian lain, menanggapi beberapa aksi kejahatan di Masjidil Haram dan sekitarnya, Akhmad sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak pengamanan di Daker Makkah agar para calon haji saat ke Masjid tidak perlu membawa tas. ’’Yang dibawa hanya gelang identitas dan beberapa riyal secukupnya,’’ jelasnya. “Jika khawatir uangnya hilang, manfaatkan safety box yang ada di hotel,” tegasnya. (RA). Tips haji

Kiat Antisipasi Aksi Kejahatan Saat Berhaji

Kejahatan memang bisa terjadi di mana saja. Jika ada niat dan kesempatan, para pelaku kejahatan tidak merasa segan untuk melakukan kejahatannya, termasuk di tanah suci. Dalam sebuah berita di poskota.co.id, terdapat beberapa modus kejahatan yang dilakukan di tanah suci. Berikut ulasannya.
MADINAH (Pos Kota) – Masih ada saja orang jahat di pusat ibadah seagung Masjid Nabawi, Madinah. Para penjahat, termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri, memiliki sejumlah modus operandi kejahatan yang terus “diperbarui”.

Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi bentukan Misi Haji Indonesia di Madinah, Hendra Wirawan, telah mengumpulkan sejumlah modus kejahatan yang terjadi, sehingga seluruh jemaah hendaknya diimbau selalu waspada terhadap aksi kejahatan di tanah suci.

1. Tas bawaan ditaruh di ujung sajadah/tempat sujud digondol maling. Kasus ini menimpa seorang jamaah dari Padang. Tasnya berisi 12 juta rupiah dan 1.500 riyal (living cost) serta kamera digital. Tas hilang pada rakaat ketiga. Pada saat yang sama, jamaah yang sedang salat di belakangnya bawaannya juga raib. Muncul kecurigaan pelakunya adalah anak yang berlarian di pelataran masjid. Polisi Saudi yang dilapori segera menangkap sejumlah anak yang berlarian. Tapi setelah dilihat, tidak ada indikasi mereka pelakunya. "Jadi sebaiknya tas tetap menempel di badan, jangan ditaruh," saran Hendra.

2. Perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita, menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid. Seorang jamaah perempuan RI kehilangan HP akibat penggeledahan ini. Ada juga yang kehilangan dompet berisi 4.000 riyal karena dipepet orang.

3. Modus WNI mengantar jamaah RI tersasar. Setiba di tujuan, mereka minta bayaran. "Ada jamaah yang dimintai 50 riyal (Rp 125 ribu)," katanya.

4. Modus menawarkan membeli kambing untuk membayar dam.

5. Modus peminta-minta yang mengaku mahasiswa Palestina, meminta sumbangan. "Jamaah kita biasanya mudah iba. Kemarin saya nemui jamaah yang juga memberi sumbangan, kami dekati, kami tanya: Bapak tahu tidak apa yang Bapak lakukan'. Itu untuk memastikan Bapak itu tidak diperas," ujar Hendra.

6. Kejahatan riskan terjadi di pasar tumpah, yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai. "Seorang jamaah perempuan yang tasnya nempel di badan, kemarin teriak ada copet. Kami kejar, pelakunya kabur," ujar Hendra.

7. Tas disilet saat berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi usai salat wajib. Seorang jamaah di Sektor I kehilangan dompet akibat modus ini.Modus di atas melengkapi modus yang telah terjadi sebelumnya yaitu pura-pura membantu jamaah tersesat. Di tengah jalan, pelaku merampas uang jamaah dan meninggalkannya begitu saja.

Atas semua insiden itu, Hendra menyarankan agar jamaah tidak banyak membawa uang saat ke masjid. "Bawalah paling banyak 50 riyal," pesan Hendra. Kalaulah membawa uang banyak untuk berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga saling menjaga.

Oknum sebangsa dan setanah air

Miris memang. Jika biasanya ikatan sebangsa-setanah air akan menjadi kuat ketika berada di tanah air orang lain, tetapi suasana itu belakangan ini dirusak oleh sesama pendatang dari tanah air. Di Madinah ada jamaah calon haji Indonesia yang dirampas uangnya. Ironisnya pelakunya diduga kuat masih saudara kita sebangsa.

Petugas haji Indonesia pernah memergoki seseorang yang menyamar sebagai petugas lengkap dengan seragamnya, diduga melakukan penipuan terhadap jemaah haji. Ada pula yang lebih memalukan. Saat tertangkap petugas, orang tersebut menyamar dengan berpakaian ihram, layaknya orang yang akan melaksanakan umrah. Lagi-lagi pelakunya bangsa sendiri.

Tak hanya jamaah, bahkan seorang petugas kesehatan rombongan jamaah haji khusus pun menjadi korban aksi perampasan. Seperti yang dialami Dokter. Pelaku berhasil merampas dompet korban yang berisi uang dalam bentuk rupiah dan riyal, beberapa kartu kredit, serta beberapa surat berharga. Korban mengaku bahwa pelaku bisa berbahasa Indonesia, tapi dia tidak bisa memastikan apa pelaku memang warga Indonesia.

Tips antisipasi kejahatan di tanah suci

Banyaknya modus kejahatan yang terjadi memang tidak seharusnya menjadi halangan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, langkah antisipasi sangat perlu dilakukan. Berikut beberapa tips antisipasi kejahatan di tanah suci.

1.Jangan pergi sendiri
Jemaah haji Indonesia diharapkan jangan pergi sendirian untuk menghindari aksi perampasan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Jamaah hendaknya berangkat berkelompok minimal 4-5 orang. Hal itu diungkapkan Kepala Panitia Penyenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi. “Karena korban kejahatan seringkali sedang sendirian atau kesasar, dan biasanya orang lanjut usia,” katanya.

2.Membawa uang secukupnya
Menyikapi berbagai tindak kejahatan yang menimpa beberapa jamaah haji Indonesia di Madinah, Akhmad menghimbau agar jemaah sebaiknya tidak banyak membawa uang. Ia melihat saat ini ada tren jamaah membawa banyak uang di sakunya.
Ia menuturkan bahwa membawa banyak uang dalam rangka pelaksanaan ibadah haji justru akan membuat ibadah jemaah itu sendiri menjadi terganggu. Jemaah haji yang seharusnya fokus kepada ibadah, tentunya akan terpecah pikirannya karena memikirkan keamanan uangnya itu. Jadi, bawalah bekal secukupnya.

3.Gunakan jasa safety box di hotel tempat menginap
Di bagian lain, menanggapi beberapa aksi kejahatan di Masjidil Haram dan sekitarnya, Akhmad sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak pengamanan di Daker Makkah agar para calon haji saat ke Masjid tidak perlu membawa tas. ’’Yang dibawa hanya gelang identitas dan beberapa riyal secukupnya,’’ jelasnya. “Jika khawatir uangnya hilang, manfaatkan safety box yang ada di hotel,” tegasnya. (RA). Tips haji

Minggu, 24 Juni 2012

Kiat-kiat Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci

Tersesat! Barangkali, itulah satu dari sekian banyak kisah jamaah haji yang sering kita dengar di setiap musim haji. Keluar pondokan menuju Masjidil Haram, tapi bingung saat harus kembali. Wajar, banyak sekali pintu masuk-keluar di Masjidil Haram yang serupa bentuknya.

Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.

Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.

Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.

Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.

Kiat agar tidak tersesat

Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.

Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?

Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.

Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.

Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.

Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.

Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.

Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.

Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.

Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)

Panduan haji

Kiat-kiat Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci

Tersesat! Barangkali, itulah satu dari sekian banyak kisah jamaah haji yang sering kita dengar di setiap musim haji. Keluar pondokan menuju Masjidil Haram, tapi bingung saat harus kembali. Wajar, banyak sekali pintu masuk-keluar di Masjidil Haram yang serupa bentuknya.

Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.

Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.

Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.

Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.

Kiat agar tidak tersesat

Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.

Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?

Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.

Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.

Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.

Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.

Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.

Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.

Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.

Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)

Panduan haji

Sabtu, 16 Juni 2012

Panduan Haji: Mengatasi Masalah Fisik di Kendaraan

Mitra haji dan umrah, jika kita bepergian jauh tentu tak lepas dari kendaraan, bukan? Nah, berbicara tentang bepergian dengan kendaraan, apalagi dalam jarak yang jauh seperti pergi haji atau umrah, terdapat hal yang perlu kita perhatikan. Dalam hal ini adalah beberapa gangguan fisik yang biasa menyambangi kita saat bepergian. Adapun masalah fisik yang dimaksud bukan berarti maslah kekerasan secara fisik, tetapi gangguan yang terkait dengan kondisi tubuh. Apa saja contoh gangguan fisik tersebut dan bagaimana solusinya? Ikuti penjelasan di bawah.

Mabuk kendaraan


Mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan bisa terjadi, baik pada perjalanan darat, laut, maupun udara. Kondisi ini tentu membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Selain mengakibatkan rasa tidak nyaman pada badan, mabuk kendaraan juga bisa merepotkan orang lain selama perjalanan. Mabuk kendaraan tidak memandang usia dan jenis kelamin. Gangguan ini bisa terjadi pada pria, wanita, tua, maupun muda. Mabuk perjalanan bukanlah penyakit atau gangguan kesehatan, melainkan faktor psikologis dan kepekaan individu pada sistem pusat keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular).
Umumnya, pesawat yang mengakut jamaah haji akan mendarat di Jeddah. Dari Jeddah ke Mekkah maupun Madinah, jamaah haji akan meneruskan perjalanan dengan alat transportasi darat, salah satunya menggunakan bis. Nah, bagi jamaah haji yang sering bermasalah dengan mabuk perjalanan, berikut tips untuk menghindarinya.

1. Mintalah untuk duduk di bagian depan agar pandangan lebih bebas,lihat pemandangan alam yang ada di luar jendela,
2. Jangan lupa makan dan minum yang cukup sebelum melakukan perjalanan, tapi jangan terlalu kenyang.
3. Hindari bau-bauan yang menyengat dan membuat mual. Hirup udara segar dari luar maupun AC atau kipas angin jika memungkinkan.
4. Jangan banyak beraktifitas seperti mondar-mandir ke belakang dan ke depan dalam kendaraan,
5. Jangan membaca buku atau menonton layar monitor dengan focus, terlebih dalam jarak pendek.
6. Hindari minum jus buah, sayur, serta makanan yang asam. Hindari pula makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi.
7. Minum obat antimabuk sesuai anjuran dokter atau obat antimabuk yang dijual bebas.
8. Hindari banyak biacara atau ngobrol dalam perjalanan.
9. Jika sangat mual, sebaiknya segera muntahkan di tempat yang tepat. Mengapa? Setelah muntah yang pasti badan akan terasa lebih baik. Jangan ragu untuk meminta sopir kendaraan berhenti sejenak dan keluar untuk meredakan mabuk, jika keadaan memungkinkan.

Buang air kecil
Buang air kecil merupakan cara tubuh membuang limbah. Limbah ini dilepaskan dari metabolisme sel-sel, masuk ke dalam darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal dari aliran darah untuk dibuang lewat urin. Kesulitan buang air kecil bisa mengakibatkan tubuh keracunan urin.
Buang air kecil sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan. Menahan buang air kecil bisa menimbulkan gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mamanfaatkan WC yang ada di pesawat, bandara, atau bis saat berhenti.
Selain tidak menahan keinginan buang air kecil, jamaah haji juga perlu memperhatikan asupan air saat perjalanan. Meskipun asaupan air sangat penting dalam mempertahankan kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsi air putih atau jenis cairan lainya yang bisa membuat kita berulang-ulang ingin buang air kecil. Solusi pencegahannya, minumlah tidak lebih dari dua liter sehari.
Untuk menghindari terlalu sering buang air kecil, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari.

Sumber kafein
Kafein menstimulasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak air seni. Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein bisa bantu mengontrol kandung kemih yang terlalu aktif. Namun, bukan berarti kita harus berhenti minum kopi, teh, cokelat, atau kola. Mengganti sumber kafein sumber lain yang tanpa kafein (decaffeinated version) merupakan langkah yang bijak.
Makanan dan minuman asam
Buah dan jus jeruk, kopi, teh, dan tomat bersifat asam dan bisa menyebabkan iritasi kandung kemih. Minuman berkarbon atau minuman bersoda juga bisa mengiritasi kandung kemih yang sensitif. Jadi, cobalah membatasi konsumsi makanan dan minumaman ini selama perjalanan untuk mengurangi masalah kandung kemih yang terlalu aktif.
Makanan pedas juga perlu diperhatikan. Ternyata, makanan pedas tidak hanya menggelitik lidah atau mengundang air mata, tetapi juga menggelitik kandung kemih. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan pedas bisa membantu mengurangi frekuensi ke kamar kecil.
Pemanis, misalnya gula dan pemanis buatan, bisa mengiritasi kandung kemih. Oleh sebab itu, batasi asupan pemanis dalam minuman selama bepergian.
Jika terlalu sering buang air kecil, lebih sering dari biasanya, ketika perjalanan, bisa jadi terdapat masalah atau gangguan dalam tubuh, misalnya bawaan penyakit tua. Selain itu, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan adanya infeksi saluaran kemih,diabetes, prostatiti akut, pembesaran prostat, menstruasi bagi wanita, kehamilan, sensitis interstisial, ataupun stroke. Untuk kondisi ini, silahkan berkonsultasi dengan dokter pendamping jamaah.

Perhatikan jatah makan
Dalam perjalanan jauh, umumnya jamaah mendapatkan jatah makanan berat (nasi dan lauk) atau pun ringan kue-kue) dari agen travel yang menyediakan bis. Meskipun nafsu makan belum datang, usahakan untuk makan sekadarnya jika waktu makan telah tiba. Hal ini dimaksudkan agar masa kadaluarsa makan tidak terlewati. Dikhawatirkan, makanan kadaluarsa bisa menjadi racun bagi tubuh. Perlu juga diperhatikan jenis makanan yang bisa memicu alergi bagi tubuh. Jika ada, sebaiknya bicarakan dengan pihak penyelenggara agar bisa diganti dengan jenis makanan lain yang aman bagi tubuh. (Jng/RA)

Panduan haji

Panduan Haji: Mengatasi Masalah Fisik di Kendaraan

Mitra haji dan umrah, jika kita bepergian jauh tentu tak lepas dari kendaraan, bukan? Nah, berbicara tentang bepergian dengan kendaraan, apalagi dalam jarak yang jauh seperti pergi haji atau umrah, terdapat hal yang perlu kita perhatikan. Dalam hal ini adalah beberapa gangguan fisik yang biasa menyambangi kita saat bepergian. Adapun masalah fisik yang dimaksud bukan berarti maslah kekerasan secara fisik, tetapi gangguan yang terkait dengan kondisi tubuh. Apa saja contoh gangguan fisik tersebut dan bagaimana solusinya? Ikuti penjelasan di bawah.

Mabuk kendaraan


Mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan bisa terjadi, baik pada perjalanan darat, laut, maupun udara. Kondisi ini tentu membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Selain mengakibatkan rasa tidak nyaman pada badan, mabuk kendaraan juga bisa merepotkan orang lain selama perjalanan. Mabuk kendaraan tidak memandang usia dan jenis kelamin. Gangguan ini bisa terjadi pada pria, wanita, tua, maupun muda. Mabuk perjalanan bukanlah penyakit atau gangguan kesehatan, melainkan faktor psikologis dan kepekaan individu pada sistem pusat keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular).
Umumnya, pesawat yang mengakut jamaah haji akan mendarat di Jeddah. Dari Jeddah ke Mekkah maupun Madinah, jamaah haji akan meneruskan perjalanan dengan alat transportasi darat, salah satunya menggunakan bis. Nah, bagi jamaah haji yang sering bermasalah dengan mabuk perjalanan, berikut tips untuk menghindarinya.

1. Mintalah untuk duduk di bagian depan agar pandangan lebih bebas,lihat pemandangan alam yang ada di luar jendela,
2. Jangan lupa makan dan minum yang cukup sebelum melakukan perjalanan, tapi jangan terlalu kenyang.
3. Hindari bau-bauan yang menyengat dan membuat mual. Hirup udara segar dari luar maupun AC atau kipas angin jika memungkinkan.
4. Jangan banyak beraktifitas seperti mondar-mandir ke belakang dan ke depan dalam kendaraan,
5. Jangan membaca buku atau menonton layar monitor dengan focus, terlebih dalam jarak pendek.
6. Hindari minum jus buah, sayur, serta makanan yang asam. Hindari pula makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi.
7. Minum obat antimabuk sesuai anjuran dokter atau obat antimabuk yang dijual bebas.
8. Hindari banyak biacara atau ngobrol dalam perjalanan.
9. Jika sangat mual, sebaiknya segera muntahkan di tempat yang tepat. Mengapa? Setelah muntah yang pasti badan akan terasa lebih baik. Jangan ragu untuk meminta sopir kendaraan berhenti sejenak dan keluar untuk meredakan mabuk, jika keadaan memungkinkan.

Buang air kecil
Buang air kecil merupakan cara tubuh membuang limbah. Limbah ini dilepaskan dari metabolisme sel-sel, masuk ke dalam darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal dari aliran darah untuk dibuang lewat urin. Kesulitan buang air kecil bisa mengakibatkan tubuh keracunan urin.
Buang air kecil sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan. Menahan buang air kecil bisa menimbulkan gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mamanfaatkan WC yang ada di pesawat, bandara, atau bis saat berhenti.
Selain tidak menahan keinginan buang air kecil, jamaah haji juga perlu memperhatikan asupan air saat perjalanan. Meskipun asaupan air sangat penting dalam mempertahankan kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsi air putih atau jenis cairan lainya yang bisa membuat kita berulang-ulang ingin buang air kecil. Solusi pencegahannya, minumlah tidak lebih dari dua liter sehari.
Untuk menghindari terlalu sering buang air kecil, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari.

Sumber kafein
Kafein menstimulasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak air seni. Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein bisa bantu mengontrol kandung kemih yang terlalu aktif. Namun, bukan berarti kita harus berhenti minum kopi, teh, cokelat, atau kola. Mengganti sumber kafein sumber lain yang tanpa kafein (decaffeinated version) merupakan langkah yang bijak.
Makanan dan minuman asam
Buah dan jus jeruk, kopi, teh, dan tomat bersifat asam dan bisa menyebabkan iritasi kandung kemih. Minuman berkarbon atau minuman bersoda juga bisa mengiritasi kandung kemih yang sensitif. Jadi, cobalah membatasi konsumsi makanan dan minumaman ini selama perjalanan untuk mengurangi masalah kandung kemih yang terlalu aktif.
Makanan pedas juga perlu diperhatikan. Ternyata, makanan pedas tidak hanya menggelitik lidah atau mengundang air mata, tetapi juga menggelitik kandung kemih. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan pedas bisa membantu mengurangi frekuensi ke kamar kecil.
Pemanis, misalnya gula dan pemanis buatan, bisa mengiritasi kandung kemih. Oleh sebab itu, batasi asupan pemanis dalam minuman selama bepergian.
Jika terlalu sering buang air kecil, lebih sering dari biasanya, ketika perjalanan, bisa jadi terdapat masalah atau gangguan dalam tubuh, misalnya bawaan penyakit tua. Selain itu, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan adanya infeksi saluaran kemih,diabetes, prostatiti akut, pembesaran prostat, menstruasi bagi wanita, kehamilan, sensitis interstisial, ataupun stroke. Untuk kondisi ini, silahkan berkonsultasi dengan dokter pendamping jamaah.

Perhatikan jatah makan
Dalam perjalanan jauh, umumnya jamaah mendapatkan jatah makanan berat (nasi dan lauk) atau pun ringan kue-kue) dari agen travel yang menyediakan bis. Meskipun nafsu makan belum datang, usahakan untuk makan sekadarnya jika waktu makan telah tiba. Hal ini dimaksudkan agar masa kadaluarsa makan tidak terlewati. Dikhawatirkan, makanan kadaluarsa bisa menjadi racun bagi tubuh. Perlu juga diperhatikan jenis makanan yang bisa memicu alergi bagi tubuh. Jika ada, sebaiknya bicarakan dengan pihak penyelenggara agar bisa diganti dengan jenis makanan lain yang aman bagi tubuh. (Jng/RA)

Panduan haji

Kamis, 14 Juni 2012

Yang Boleh dan Yang Dilarang Selama Haji

Mitra haji dan umrah, tahukah Anda bahwa selama mengerjakan haji ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Nah, jika belum tahu, berikut akan kita bahas hal seputar larangan haji dan apa saja yang diperbolehkan selama melaksanakannya.

Beberapa hal larangan haji yang tidak boleh dilakukan, baik pria maupun wanita, antara lain sebagai berikut.

• Memakai wewangian, kecuali sudah terpakai di badan sebelum niat ihram.
• Memotong kuku serta mencukur atau mencabut rambut.
• Memburu binatang buruan darat yang liar dan boleh dimakan.
• Membunuh dan menganiaya binatang buruan darat dengan cara apa pun, kecuali binatang yang membahayakan.
• Nikah, menikahkan, atau meminang wanita.
• Bercumbu atau berhubungan suami-istri.
• Berkata kotor, mencaci, atau bertengkar.
Adapun larangan yang ditujukan khusus untuk pria di antaranya:
• memakai pakaian biasa, termasuk celana dalam;
• memakai sepatu yang menutupi tumit; serta
• memakai penutup kepala yang langsung melekat seperti peci atau topi.

Sementara larangan yang ditujukan khusus untuk wanita di antaranya:

• memakai sarung tangan; serta
• menutup muka (memakai masker dsb)
Berbicara soal larangan haji, kita memang dituntut untuk jeli dalam memahaminya. Hal ini disebabkan karena banyak larangan yang sulit dihindari.

“Mengerjakan haji adalah pada bulan yang ditetapkan, barangsiapa yang menetapkan niatnya untuk berhaji, maka janganlah berbuat rafats, fusuq dan jidal” (QS Al Baqarah 197).

Rafats, fusuq, dan jidal inilah larangan tersulit dan paling banyak dilanggar calon haji!

Rafats adalah perbuatan atau perkataan yang mengundang syahwat, baik kepada istri/suami, apalagi terhadap orang lain. Termasuk di dalamnya memandang wanita/pria dengan keinginan (nafsu). Waspadalah dan berusahalan untuk selalu menjaga pandangan. Bila bertemu ‘macan’ (manis-cantik) atau ‘mangga’ (macho-ngganteng), beristighfarlah… Jangan sampai dinikmati! Pantangan ini terlihat sepele, tapi jika tidak hati hati maka kemungkinan besar larangan rafats akan dilanggar. Berapa banyak orang berihram, tapi tetap asyik nonton TV yang menyuguhkan tayangan artis-artis cantik.

Fusuq atau perbuatan fasiq meliputi segela perbuatan maksiat, termasuk di dalamnya mencaci maki, memberi gelar buruk kepada orang, membicarakan aib orang lain, gosip, membicarakan kejelekan para pejabat, kupas-habis aib para koruptor, dan sebagainya. Oleh sebab itu berhati-hatilah karena hal ini banyak dilanggar orang ketika berhaji, baik secara sadar saat melakukannya maupun tidak.

Jidal adalah berbantah-bantahan atau bertengkar. Peluang munculnya jidal sangat mungkin terjadi. Bayangkan, saat berhaji, kita bertemu banyak orang dengan isi kepala yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa berupa daerah yang berbeda, suku yang berbeda, latar belakang berbeda, tingkat pendidikan berbeda, guru yang berbeda, bahkan pemahaman yang berbeda. Tentu saja, beragam perbedaan ini berpotensi memicu perselisihan, betul kan?

Itulah yang menyebabkan rafats, fusuq, dan jidal adalah larangan yang tersulit sekaligus banyak dilabrak oleh jamaah haji. Pelanggaran terhadap larangan rafats-fusuq-jidal memang tidak sampai membatalkan haji, bahkan untuk itu kita tidak perlu membayar dam. Namun, pahala haji menjadi gugur! Jika hal ini terjadi, maka Rp 35 juta yang sudah kita keluarkan untuk membayar ongkos naik haji menjadi sia-sia. Seolah-olah habis kecopetan uang sebesar 35 juta rupiah! Oleh sebab itu, kita perlu behati-hati agar hal ini tidak menimpa kita.

Nah, agar kita terhindar dari larangan tersebut, ada beberapa tips yang perlu dilakukan.
Untuk larangan yang bersifat fisik (misalnya tidak memakai wewangian, masker, dll), sebaiknya kita menghapalkan daftar larangan haji. Paling tidak, kita perlu membacanya berulang-ulang agar lebih melekat. Sebelum berangkat, kita bisa menuliskan daftar tersebut pada selembar kertas dan meletakkannya di dekat tempat tidur yang mudah terlihat. Baca dan hayati isi daftar tersebut setiap habis bangun tidur dan ketika akan beranjak tidur.
Untuk menghindar dari rafats, fusuq, dan jidal; sebaiknya kita memperbanyak tinggal di masjid untuk berdzikir, membaca al quran, menghafal doa atau ayat, bisa juga membaca buku-buku agama selama ihram. Hindari ngerumpi (kumpul-kumpul) pada para hadirin agar tidak membicarakan hal lain di luar tema.

Hal yang diperbolehkan dalam haji

Dalam beribadah haji, hal yang diperbolehkan bagi jamaah haji pria dan wanita antara lain sebagai berikut.
• Melaksanakan apa yang diwajibkan Allah SWT kepadanya.
• Menjauhi apa yang dilarang Allah SWT berupa rafats (berkata buruk, bercumbu mesra dengan istri), fusuq (melanggar perintah agama), jiddal (berbantah-bantahan), dan perbuatan maksiat lainnya.
• Menghindari ucapan atau perbuatan yang mengganggu dan menyakiti sesama muslim.
• Bagi yang sedang berihram, boleh mengenakan sandal, kacamata, alat bantu pendengaran (earphone), jam tangan, ikat pinggang biasa, ikat pinggang bersaku untuk menyimpan uang, dan lain-lain.
• Diperbolehkan mengganti pakaian ihram dan mencucinya, serta mandi dan membasuh kepala. Apabila saat mandi dan membasuh terdapat rambut yang rontok tanpa disengaja, hal tersebut tidak apa-apa, begitu juga bila ia terluka.

Nah, mitra haji dan umrah, setelah mengetahui hal-hal yang dilarang dan di perbolehkan dalam beribadah haji, sudah selayaknya kita meninggalkan hal-hal yang dapat menghapus pahala haji kita. Dengan harapan, haji kita diterima Allah swt dan mendapat predikat dari Allah sebagai haji yang mabrur. Aamiin... (Jng/RA)

Yang Boleh dan Yang Dilarang Selama Haji

Mitra haji dan umrah, tahukah Anda bahwa selama mengerjakan haji ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Nah, jika belum tahu, berikut akan kita bahas hal seputar larangan haji dan apa saja yang diperbolehkan selama melaksanakannya.

Beberapa hal larangan haji yang tidak boleh dilakukan, baik pria maupun wanita, antara lain sebagai berikut.

• Memakai wewangian, kecuali sudah terpakai di badan sebelum niat ihram.
• Memotong kuku serta mencukur atau mencabut rambut.
• Memburu binatang buruan darat yang liar dan boleh dimakan.
• Membunuh dan menganiaya binatang buruan darat dengan cara apa pun, kecuali binatang yang membahayakan.
• Nikah, menikahkan, atau meminang wanita.
• Bercumbu atau berhubungan suami-istri.
• Berkata kotor, mencaci, atau bertengkar.
Adapun larangan yang ditujukan khusus untuk pria di antaranya:
• memakai pakaian biasa, termasuk celana dalam;
• memakai sepatu yang menutupi tumit; serta
• memakai penutup kepala yang langsung melekat seperti peci atau topi.

Sementara larangan yang ditujukan khusus untuk wanita di antaranya:

• memakai sarung tangan; serta
• menutup muka (memakai masker dsb)
Berbicara soal larangan haji, kita memang dituntut untuk jeli dalam memahaminya. Hal ini disebabkan karena banyak larangan yang sulit dihindari.

“Mengerjakan haji adalah pada bulan yang ditetapkan, barangsiapa yang menetapkan niatnya untuk berhaji, maka janganlah berbuat rafats, fusuq dan jidal” (QS Al Baqarah 197).

Rafats, fusuq, dan jidal inilah larangan tersulit dan paling banyak dilanggar calon haji!

Rafats adalah perbuatan atau perkataan yang mengundang syahwat, baik kepada istri/suami, apalagi terhadap orang lain. Termasuk di dalamnya memandang wanita/pria dengan keinginan (nafsu). Waspadalah dan berusahalan untuk selalu menjaga pandangan. Bila bertemu ‘macan’ (manis-cantik) atau ‘mangga’ (macho-ngganteng), beristighfarlah… Jangan sampai dinikmati! Pantangan ini terlihat sepele, tapi jika tidak hati hati maka kemungkinan besar larangan rafats akan dilanggar. Berapa banyak orang berihram, tapi tetap asyik nonton TV yang menyuguhkan tayangan artis-artis cantik.

Fusuq atau perbuatan fasiq meliputi segela perbuatan maksiat, termasuk di dalamnya mencaci maki, memberi gelar buruk kepada orang, membicarakan aib orang lain, gosip, membicarakan kejelekan para pejabat, kupas-habis aib para koruptor, dan sebagainya. Oleh sebab itu berhati-hatilah karena hal ini banyak dilanggar orang ketika berhaji, baik secara sadar saat melakukannya maupun tidak.

Jidal adalah berbantah-bantahan atau bertengkar. Peluang munculnya jidal sangat mungkin terjadi. Bayangkan, saat berhaji, kita bertemu banyak orang dengan isi kepala yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa berupa daerah yang berbeda, suku yang berbeda, latar belakang berbeda, tingkat pendidikan berbeda, guru yang berbeda, bahkan pemahaman yang berbeda. Tentu saja, beragam perbedaan ini berpotensi memicu perselisihan, betul kan?

Itulah yang menyebabkan rafats, fusuq, dan jidal adalah larangan yang tersulit sekaligus banyak dilabrak oleh jamaah haji. Pelanggaran terhadap larangan rafats-fusuq-jidal memang tidak sampai membatalkan haji, bahkan untuk itu kita tidak perlu membayar dam. Namun, pahala haji menjadi gugur! Jika hal ini terjadi, maka Rp 35 juta yang sudah kita keluarkan untuk membayar ongkos naik haji menjadi sia-sia. Seolah-olah habis kecopetan uang sebesar 35 juta rupiah! Oleh sebab itu, kita perlu behati-hati agar hal ini tidak menimpa kita.

Nah, agar kita terhindar dari larangan tersebut, ada beberapa tips yang perlu dilakukan.
Untuk larangan yang bersifat fisik (misalnya tidak memakai wewangian, masker, dll), sebaiknya kita menghapalkan daftar larangan haji. Paling tidak, kita perlu membacanya berulang-ulang agar lebih melekat. Sebelum berangkat, kita bisa menuliskan daftar tersebut pada selembar kertas dan meletakkannya di dekat tempat tidur yang mudah terlihat. Baca dan hayati isi daftar tersebut setiap habis bangun tidur dan ketika akan beranjak tidur.
Untuk menghindar dari rafats, fusuq, dan jidal; sebaiknya kita memperbanyak tinggal di masjid untuk berdzikir, membaca al quran, menghafal doa atau ayat, bisa juga membaca buku-buku agama selama ihram. Hindari ngerumpi (kumpul-kumpul) pada para hadirin agar tidak membicarakan hal lain di luar tema.

Hal yang diperbolehkan dalam haji

Dalam beribadah haji, hal yang diperbolehkan bagi jamaah haji pria dan wanita antara lain sebagai berikut.
• Melaksanakan apa yang diwajibkan Allah SWT kepadanya.
• Menjauhi apa yang dilarang Allah SWT berupa rafats (berkata buruk, bercumbu mesra dengan istri), fusuq (melanggar perintah agama), jiddal (berbantah-bantahan), dan perbuatan maksiat lainnya.
• Menghindari ucapan atau perbuatan yang mengganggu dan menyakiti sesama muslim.
• Bagi yang sedang berihram, boleh mengenakan sandal, kacamata, alat bantu pendengaran (earphone), jam tangan, ikat pinggang biasa, ikat pinggang bersaku untuk menyimpan uang, dan lain-lain.
• Diperbolehkan mengganti pakaian ihram dan mencucinya, serta mandi dan membasuh kepala. Apabila saat mandi dan membasuh terdapat rambut yang rontok tanpa disengaja, hal tersebut tidak apa-apa, begitu juga bila ia terluka.

Nah, mitra haji dan umrah, setelah mengetahui hal-hal yang dilarang dan di perbolehkan dalam beribadah haji, sudah selayaknya kita meninggalkan hal-hal yang dapat menghapus pahala haji kita. Dengan harapan, haji kita diterima Allah swt dan mendapat predikat dari Allah sebagai haji yang mabrur. Aamiin... (Jng/RA)

Selasa, 12 Juni 2012

Cara Sederhana Memahami Haji Bagi Orang Awam

Mitra haji dan umrah, apa sih yang dimaksud dengan haji itu? Nah, begitulah kira-kira pertanyaan yang muncul dari kita yang baru mengenal atau mendengar kata “haji”. Memang, bagi mereka yang pernah pergi ke tanah suci, haji bukan perkara asing lagi. Namun, bagi mereka yang awam tentu berbeda ceritanya. Oleh karena itu, bertanya tentang haji adalah sikap yang benar dan memang perlu dilakukan.

Tak perlu malu karena menanyakan sesuatu terkait ibadah adalah sikap yang seharusnya dilakukan. Sebelum melaksanakan sebuah amal, kita perlu tahu terlebih dahulu ilmu seputar amal yang akan dilakukan, baik dari sisi definisi maupun tata caranya. Nah, bagi mitra haji dan umrah yang ingin mengenal ibadah haji, berikut penjelasannya.

Ditinjau dari sisi lughawinya, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Berdasarkan definisi dari segi estimologi (bahasa), haji berarti niat (Al Qasdu). Sementara menurut syara’, haji didefinisikan sebagai “niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus”. Selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi di atas meliputi Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Secara garis besar, haji diartikan dengan “berkunjung ke Baitullah untuk melakukan Thawaf, Sa’i, Wukuf di Arafah, dan melakukan amalan-amalan lain pada waktu tertentu (antara 1 syawal sampai 13 Dzul Hijjah) untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT”. Waktu tertentu yang dimaksud adalah bulan-bulan haji, mulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu meliputi thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, dan mabit di Mina.

Dalam bukunya, Tip dan Trik Ibadah haji dan Umrah, Gus Arifin menuliskan bahwa ibadah haji merupakan rukun (tiang agama) islam yang kelima, setelah syahadat, shalat, zakat, dan puasa. Ibadah haji bisa disebut dengan bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara materi (terkait pembayaran ONH/BPIH), fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan, yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Nah, itulah pengertian dari ibadah haji. Selanjutnya, kita perlu mengetahui bahwa ibadah haji ada tiga macam. Ketiganya dibedakan berdasarkan niat dan tata caranya.
Jenis-jenis haji

1. Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, jamaah tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

2. Haji tamattu’, mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, selain ber-tahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu’ juga bisa diartikan melaksanakan ibadah pada bulan-bulan dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

3. Haji qiran, berarti menggabungkan, menyatukan, atau menyekaliguskan. Maksudnya, dengan menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran berarti melakukan dua thawaf dan dua sa’i.

Syarat, rukun, dan wajib haji


Berbicara tentang ibadah tentu tidak terlepas dari pembahasan tata caranya. Begitu pula dengan haji. Ada syarat, rukun, dan wajib haji yang harus diketahui. Sebab jika tidak dipenuhi, hal tersebut akan menimbulkan konsekuensi hukum secara syar’i, baik berupa pembayaran dam (denda) atau pun ibadah hajinya menjadi tidak sah.

Syarat haji:

1) Islam
2) Dewasa( baligh)
3) Berakal Sehat
4) Orang merdeka (bukan budak)
5) Mampu disini artinya mampu dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan

Rukun haji:

Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan ketika berhaji dengan dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satunya ditinggalkan maka hajinya dinyatakan tidak sah. Adapun rukun haji meliputi:
1) Ihram;
2) wukuf di Arafah;
3) thawaf iffadah;
4) sa' i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwa;
5) mencukur rambut di kepala (memotongnya sebagian);
6) tertib.

Wajib haji

Wajib haji merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap rukun haji. Jika salah satu wajib haji tidak dikerjakan, terdapat kewajiban membayar dam (denda). Adapun wajib haji meliputi hal berikut.

1) Niat Ihram. Niat ihram berlaku untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, yang dilakukan setelah berpakaian ihram.
2) Mabit. Mabit berarti bermalam di Muzdalifah pada tanggal 10 Dzulhijjah (dalam perjalanan dari Arafah menuju Mina).
3) Melontar Jumrah Aqabah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
4) Mabit di Mina, dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (hari Tasyrik).
5) Melontar JumrahUla, Wustha, dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah).
6) Mencukur rambut.
7) Thawaf wada'. Thawaf wada’ artinya melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.

Nah, itulah beberapa hal utama dalam haji yang perlu diketahui. Tentunya, ada hal lain terkait teknis pelaksanaan ibadah haji seperti bagaimana melakukan thawaf, sa’i, bercukur, dan sebagainya. Beberapa hal tersebut bisa kita ketahui bersama dalam artikel lain yang bisa dicari dalam website cheria-travel.com ini. Selamat mengikuti. (Jng/RA)

Cara Sederhana Memahami Haji Bagi Orang Awam

Mitra haji dan umrah, apa sih yang dimaksud dengan haji itu? Nah, begitulah kira-kira pertanyaan yang muncul dari kita yang baru mengenal atau mendengar kata “haji”. Memang, bagi mereka yang pernah pergi ke tanah suci, haji bukan perkara asing lagi. Namun, bagi mereka yang awam tentu berbeda ceritanya. Oleh karena itu, bertanya tentang haji adalah sikap yang benar dan memang perlu dilakukan.

Tak perlu malu karena menanyakan sesuatu terkait ibadah adalah sikap yang seharusnya dilakukan. Sebelum melaksanakan sebuah amal, kita perlu tahu terlebih dahulu ilmu seputar amal yang akan dilakukan, baik dari sisi definisi maupun tata caranya. Nah, bagi mitra haji dan umrah yang ingin mengenal ibadah haji, berikut penjelasannya.

Ditinjau dari sisi lughawinya, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Berdasarkan definisi dari segi estimologi (bahasa), haji berarti niat (Al Qasdu). Sementara menurut syara’, haji didefinisikan sebagai “niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus”. Selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi di atas meliputi Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Secara garis besar, haji diartikan dengan “berkunjung ke Baitullah untuk melakukan Thawaf, Sa’i, Wukuf di Arafah, dan melakukan amalan-amalan lain pada waktu tertentu (antara 1 syawal sampai 13 Dzul Hijjah) untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT”. Waktu tertentu yang dimaksud adalah bulan-bulan haji, mulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu meliputi thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, dan mabit di Mina.

Dalam bukunya, Tip dan Trik Ibadah haji dan Umrah, Gus Arifin menuliskan bahwa ibadah haji merupakan rukun (tiang agama) islam yang kelima, setelah syahadat, shalat, zakat, dan puasa. Ibadah haji bisa disebut dengan bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara materi (terkait pembayaran ONH/BPIH), fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan, yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Nah, itulah pengertian dari ibadah haji. Selanjutnya, kita perlu mengetahui bahwa ibadah haji ada tiga macam. Ketiganya dibedakan berdasarkan niat dan tata caranya.
Jenis-jenis haji

1. Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, jamaah tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

2. Haji tamattu’, mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, selain ber-tahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu’ juga bisa diartikan melaksanakan ibadah pada bulan-bulan dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

3. Haji qiran, berarti menggabungkan, menyatukan, atau menyekaliguskan. Maksudnya, dengan menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran berarti melakukan dua thawaf dan dua sa’i.

Syarat, rukun, dan wajib haji


Berbicara tentang ibadah tentu tidak terlepas dari pembahasan tata caranya. Begitu pula dengan haji. Ada syarat, rukun, dan wajib haji yang harus diketahui. Sebab jika tidak dipenuhi, hal tersebut akan menimbulkan konsekuensi hukum secara syar’i, baik berupa pembayaran dam (denda) atau pun ibadah hajinya menjadi tidak sah.

Syarat haji:

1) Islam
2) Dewasa( baligh)
3) Berakal Sehat
4) Orang merdeka (bukan budak)
5) Mampu disini artinya mampu dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan

Rukun haji:

Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan ketika berhaji dengan dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satunya ditinggalkan maka hajinya dinyatakan tidak sah. Adapun rukun haji meliputi:
1) Ihram;
2) wukuf di Arafah;
3) thawaf iffadah;
4) sa' i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwa;
5) mencukur rambut di kepala (memotongnya sebagian);
6) tertib.

Wajib haji

Wajib haji merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap rukun haji. Jika salah satu wajib haji tidak dikerjakan, terdapat kewajiban membayar dam (denda). Adapun wajib haji meliputi hal berikut.

1) Niat Ihram. Niat ihram berlaku untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, yang dilakukan setelah berpakaian ihram.
2) Mabit. Mabit berarti bermalam di Muzdalifah pada tanggal 10 Dzulhijjah (dalam perjalanan dari Arafah menuju Mina).
3) Melontar Jumrah Aqabah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
4) Mabit di Mina, dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (hari Tasyrik).
5) Melontar JumrahUla, Wustha, dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah).
6) Mencukur rambut.
7) Thawaf wada'. Thawaf wada’ artinya melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.

Nah, itulah beberapa hal utama dalam haji yang perlu diketahui. Tentunya, ada hal lain terkait teknis pelaksanaan ibadah haji seperti bagaimana melakukan thawaf, sa’i, bercukur, dan sebagainya. Beberapa hal tersebut bisa kita ketahui bersama dalam artikel lain yang bisa dicari dalam website cheria-travel.com ini. Selamat mengikuti. (Jng/RA)

Selasa, 15 Mei 2012

Biaya Haji Murah Dengan Dinar Emas

Program Biaya Haji Murah Dengan Dinar Emas

Menjadi hamba Alloh yang berkesempatan dapat menunaikan ibadah haji di Baitulloh tentunya menjadi cita-cita kita semua. Bersujud langsung di depan bangunan ka’bah yang menjadi kiblat seluruh ummat islam di dunia, memunajatkan do’a di tempat yang telah Alloh istimewakan untuk di kabulkan daripadanya, bertemu dengan saudara-saudara sesama muslim dari berbagai penjuru dunia. Semua itu selalu saja mengundang tetes air mata kita untuk ingin dan selalu berharap bisa mewujudkannya.

Namun Jika kita perhatikan, Ongkos Naik Haji (ONH) ini selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya sekitar 7-10 % per tahun, karena tergantung biaya-biaya dan kurs dollar yang cukup mempengaruhi juga kenaikan ONH ini. Data membuktikan sebagai berikut :

Tahun 1970 ONH hanya Rp 182.000.
Tahun 1988, ONH adalah Rp 4.780.000
Pada 1998, ONH senilai Rp 8.805.000
Persis tahun berikutnya, 1999 – 2000, setelah terjadi krisis ekonomi besar yang melanda Indonesia dan dunia, biaya haji naik hingga Rp 21,5 juta.
Tahun 2008, ONH menjadi 32.400.000.
Tahun ini, ONH sekitar Rp 35 juta.


Dinar Emas, Alternatif Dana Talangan Haji Yang Lebih Baik

Karena semakin banyaknya minat ummat untuk bisa melaksanakan ibadah tersebut, ternyata telah mengundang gerak dari lembaga-lembaga keuangan seperti bank-bank syariah untuk meluncurkan produk dana talangan haji bagi masyarakat. Dana talangan haji tersebut diperuntukkan bagi masyarakat untuk bisa memfokuskan niatnya agar lebih konsisten dalam mempersiapkan finansial untuk bisa melaksanakan ibadah haji tersebut.

Seperti kita ketahui, untuk memiliki nomor seat keberangkatan haji ke tanah suci memerlukan waktu waiting list yang tidak sebentar, tergantung ketersediaan tempat, hingga ada yang baru memiliki kesempatan tersebut setelah 10 tahun melakukan pendaftaran. Dan untuk mendapatkan nomor tersebut juga, minimal kita harus memiliki biaya minimal 30 juta rupiah.

Mengapa Dinar Emas ?

Setelah kita mengenal apa itu koin dinar emas islam, maka hal selanjutnya yang perlu kita juga ketahui adalah apa sebenarnya fungsi dari dinar emas tersebut. Apakah hanya sebagai koleksi kita saja di rumah? Ternyata dinar emas memiliki tiga fungsi utama yang jika kita uraikan sebagai berikut :


  • Dinar emas berfungsi sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil), hal ini menjadikan point penting dari dinar emas, karena ternyata fungsi ini merupakan 2 fungsi utama dari uang, dan ternyata keduanya ada di dinar emas.
  • Dinar emas juga berfungsi sebagai medium of exchange (alat tukar). Sebagai alat tukar, jelas bahwa dengan menggunakan dinar emas sebetulnya kita bisa melakukan proses transaksi tukar menukar uang dengan barang, meskipun memang proses ini pada saat sekarang jarang dilakukan.
  • Dinar emas berfungsi sebagai alat investasi. Dengan sebuah nilai yang diharapkan akan memiliki nilai jual lebih tinggi dan menguntungkan di masa depan, menjadikan dinar emas termasuk kedalam salah satu jenis media untuk kita berinvestasi.

Dari ketiga fungsi tersebut, memang tidak bisa dipungkiri kebanyakan dari kita lebih menjadikan fungsi ketiga yaitu menjadikan dinar emas sebagai alat investasi sebagai tujuan utama ketika kita mulai memiliki dinar emas tersebut. Hal ini memang cocok sekali, apalagi bagi anda yang memiliki tujuan jangka panjang untuk melaksanakan ibadah haji, untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak, memiliki rumah idaman, memperbaiki rumah yang ada, tabungan pensiun, dan sebagainya. Hal ini karena dinar emas termasuk kedalam jenis long time investment, dimana kita insyaAlloh baru bisa merasakan keuntungannya dalam jangka waktu yang relatif lebih lama. Jadi memang kita tidak bisa berharap keuntungan dalam jangka pendek

Bagi sebagian besar kita tentunya nominal tersebut memang tidak sedikit. Nah, disini produk dana talangan haji berperan, anda bisa melakukan pendaftaran haji dari sekarang juga dengan memiliki uang misalkan meskipun hanya sebesar 2 hingga 5 juta rupiah sekalipun. Sisanya, bank akan membayarkannya untuk kita. Namun selama waiting list keberangkatan tersebut, kita diharuskan untuk melunasi dana talangan tersebut. Dan memang kita tidak akan bisa berangkat haji sebelum lunas dana talangan tersebut.

Biaya haji ke Tanah Suci, pada tahun 1997 membutuhkan 310 gram emas, namun pada tahun 2007 turun menjadi 145 gram emas dan pada 2010 kemarin turun lagi menjadi 95 gram emas sudah bisa berhaji. Hal ini, sangat bertolak belakang dengan nilai uang kertas dimana biaya berhaji selalu meningkat dari tahun ke tahun jika menggunakan uang kertas.

Program Tabungan Haji Terencana Dinar Emas adalah program haji plus dengan metode cash dimuka terencana. Biaya yang anda keluarkan akan tergantung dengan tahun keberangkatan yang anda inginkan (makin jauh keberangkatan direncanakan makin henat biaya yang dikeluarkan).

KELEBIHAN PROGRAM HAJI TERENCANA:
1. Makin awal direncanakan makin hemat biaya dikeluarkan
2. Aman dari inflasi
3. Bonus tak terduga (diakhir program)

CONTOH ILUSTRASI:
Jika anda melunasi tanggal 1 november 2011 ( 1 dinar = RP 2,253,909 ) untuk keberangkatan tahun 2013, maka anda hanya membayar sejumlah 26,94 Dinar x 2,253,909 = Rp 60,720,308 untuk paket seharga US$ 8600 (hemat US$ 1219)

ASUMSI
Ilustrasi diatas menggunakan satuan Dinar Emas ( 1 Dinar = 4.25 gram emas 22 karat). Asumsi kenaikan harga emas pertahun adalah 20% (pada kenyataannta diatas 25%) sudah memperhitungkan setoran awal porsi BPIH Plus US$ 4000 dan pelunasan tahap 2 BPIH sebesar US$ 3000.

Plus dan minus diakhir program akan diberitahukan dengan memperhitungkan kurs Rupiah terhadap Dollar US dan faktor lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan Haji Plus (tiket pesawat, otel, kebijakan pemerintah dan lain-lain).

- Jika Plus maka akan menjadi bonus untuk jamaah
- Jika minus maka jamaah akan menambah kekurangaannya

Jadi kita bisa dengan biaya haji murah dengan dinar emas,Semoga dengan program ini akan mempermudah dan membantu niat kita ke tanah suci,  bagi rekan-rakan yang berminat dengan program ini bisa menghubungi staf marketing kami.

Biaya Haji Murah Dengan Dinar Emas

Program Biaya Haji Murah Dengan Dinar Emas

Menjadi hamba Alloh yang berkesempatan dapat menunaikan ibadah haji di Baitulloh tentunya menjadi cita-cita kita semua. Bersujud langsung di depan bangunan ka’bah yang menjadi kiblat seluruh ummat islam di dunia, memunajatkan do’a di tempat yang telah Alloh istimewakan untuk di kabulkan daripadanya, bertemu dengan saudara-saudara sesama muslim dari berbagai penjuru dunia. Semua itu selalu saja mengundang tetes air mata kita untuk ingin dan selalu berharap bisa mewujudkannya.

Namun Jika kita perhatikan, Ongkos Naik Haji (ONH) ini selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya sekitar 7-10 % per tahun, karena tergantung biaya-biaya dan kurs dollar yang cukup mempengaruhi juga kenaikan ONH ini. Data membuktikan sebagai berikut :

Tahun 1970 ONH hanya Rp 182.000.
Tahun 1988, ONH adalah Rp 4.780.000
Pada 1998, ONH senilai Rp 8.805.000
Persis tahun berikutnya, 1999 – 2000, setelah terjadi krisis ekonomi besar yang melanda Indonesia dan dunia, biaya haji naik hingga Rp 21,5 juta.
Tahun 2008, ONH menjadi 32.400.000.
Tahun ini, ONH sekitar Rp 35 juta.


Dinar Emas, Alternatif Dana Talangan Haji Yang Lebih Baik

Karena semakin banyaknya minat ummat untuk bisa melaksanakan ibadah tersebut, ternyata telah mengundang gerak dari lembaga-lembaga keuangan seperti bank-bank syariah untuk meluncurkan produk dana talangan haji bagi masyarakat. Dana talangan haji tersebut diperuntukkan bagi masyarakat untuk bisa memfokuskan niatnya agar lebih konsisten dalam mempersiapkan finansial untuk bisa melaksanakan ibadah haji tersebut.

Seperti kita ketahui, untuk memiliki nomor seat keberangkatan haji ke tanah suci memerlukan waktu waiting list yang tidak sebentar, tergantung ketersediaan tempat, hingga ada yang baru memiliki kesempatan tersebut setelah 10 tahun melakukan pendaftaran. Dan untuk mendapatkan nomor tersebut juga, minimal kita harus memiliki biaya minimal 30 juta rupiah.

Mengapa Dinar Emas ?

Setelah kita mengenal apa itu koin dinar emas islam, maka hal selanjutnya yang perlu kita juga ketahui adalah apa sebenarnya fungsi dari dinar emas tersebut. Apakah hanya sebagai koleksi kita saja di rumah? Ternyata dinar emas memiliki tiga fungsi utama yang jika kita uraikan sebagai berikut :


  • Dinar emas berfungsi sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil), hal ini menjadikan point penting dari dinar emas, karena ternyata fungsi ini merupakan 2 fungsi utama dari uang, dan ternyata keduanya ada di dinar emas.
  • Dinar emas juga berfungsi sebagai medium of exchange (alat tukar). Sebagai alat tukar, jelas bahwa dengan menggunakan dinar emas sebetulnya kita bisa melakukan proses transaksi tukar menukar uang dengan barang, meskipun memang proses ini pada saat sekarang jarang dilakukan.
  • Dinar emas berfungsi sebagai alat investasi. Dengan sebuah nilai yang diharapkan akan memiliki nilai jual lebih tinggi dan menguntungkan di masa depan, menjadikan dinar emas termasuk kedalam salah satu jenis media untuk kita berinvestasi.

Dari ketiga fungsi tersebut, memang tidak bisa dipungkiri kebanyakan dari kita lebih menjadikan fungsi ketiga yaitu menjadikan dinar emas sebagai alat investasi sebagai tujuan utama ketika kita mulai memiliki dinar emas tersebut. Hal ini memang cocok sekali, apalagi bagi anda yang memiliki tujuan jangka panjang untuk melaksanakan ibadah haji, untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak, memiliki rumah idaman, memperbaiki rumah yang ada, tabungan pensiun, dan sebagainya. Hal ini karena dinar emas termasuk kedalam jenis long time investment, dimana kita insyaAlloh baru bisa merasakan keuntungannya dalam jangka waktu yang relatif lebih lama. Jadi memang kita tidak bisa berharap keuntungan dalam jangka pendek

Bagi sebagian besar kita tentunya nominal tersebut memang tidak sedikit. Nah, disini produk dana talangan haji berperan, anda bisa melakukan pendaftaran haji dari sekarang juga dengan memiliki uang misalkan meskipun hanya sebesar 2 hingga 5 juta rupiah sekalipun. Sisanya, bank akan membayarkannya untuk kita. Namun selama waiting list keberangkatan tersebut, kita diharuskan untuk melunasi dana talangan tersebut. Dan memang kita tidak akan bisa berangkat haji sebelum lunas dana talangan tersebut.

Biaya haji ke Tanah Suci, pada tahun 1997 membutuhkan 310 gram emas, namun pada tahun 2007 turun menjadi 145 gram emas dan pada 2010 kemarin turun lagi menjadi 95 gram emas sudah bisa berhaji. Hal ini, sangat bertolak belakang dengan nilai uang kertas dimana biaya berhaji selalu meningkat dari tahun ke tahun jika menggunakan uang kertas.

Program Tabungan Haji Terencana Dinar Emas adalah program haji plus dengan metode cash dimuka terencana. Biaya yang anda keluarkan akan tergantung dengan tahun keberangkatan yang anda inginkan (makin jauh keberangkatan direncanakan makin henat biaya yang dikeluarkan).

KELEBIHAN PROGRAM HAJI TERENCANA:
1. Makin awal direncanakan makin hemat biaya dikeluarkan
2. Aman dari inflasi
3. Bonus tak terduga (diakhir program)

CONTOH ILUSTRASI:
Jika anda melunasi tanggal 1 november 2011 ( 1 dinar = RP 2,253,909 ) untuk keberangkatan tahun 2013, maka anda hanya membayar sejumlah 26,94 Dinar x 2,253,909 = Rp 60,720,308 untuk paket seharga US$ 8600 (hemat US$ 1219)

ASUMSI
Ilustrasi diatas menggunakan satuan Dinar Emas ( 1 Dinar = 4.25 gram emas 22 karat). Asumsi kenaikan harga emas pertahun adalah 20% (pada kenyataannta diatas 25%) sudah memperhitungkan setoran awal porsi BPIH Plus US$ 4000 dan pelunasan tahap 2 BPIH sebesar US$ 3000.

Plus dan minus diakhir program akan diberitahukan dengan memperhitungkan kurs Rupiah terhadap Dollar US dan faktor lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan Haji Plus (tiket pesawat, otel, kebijakan pemerintah dan lain-lain).

- Jika Plus maka akan menjadi bonus untuk jamaah
- Jika minus maka jamaah akan menambah kekurangaannya

Jadi kita bisa dengan biaya haji murah dengan dinar emas,Semoga dengan program ini akan mempermudah dan membantu niat kita ke tanah suci,  bagi rekan-rakan yang berminat dengan program ini bisa menghubungi staf marketing kami.

Minggu, 22 April 2012

Daftar Haji Dengan Antrian Panjang, Tak Perlu Tegang

Hingga tanggal 12 Maret 2012, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang. Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun. Demikian data yang diberikan dalam website yogyakarta.kemenag.go.id.

Tak perlu panik dan tegang

Cemas bila umur tak sampai hingga sempat menunaikan ibadah haji sangatlah wajar. Terlebih bagi mereka yang telah memiliki kemampuan baik fisik maupun finansial di masa lampau, tetapi baru terbetik keinginan untuk berhaji saat sudah senja.

Dalam buku berjudul Tip dan Trik Ibadah Haji dan Umrah tercantum sebuah hadits qudsi yang berbunyi,

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-ed.) (HR. Ibnu Hibban)

Memang, pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari prosedur teknis. Jika kita ingin berangkat tahun ini tidak serta-merta bisa terlaksana, tergantung dari kuota yang tersedia dan nomor antriannya. Berbeda dengan ibadah lain yang bisa kita lakukan saat kita menginginkannya, seperti shalat, puasa, membaca al-Quran, zakat, dll. Pada haji, ibadah kita dibatasi faktor lain, tidak semata-mata personal.

Sungguh, saya baru menyadari, saya khilaf telah mengabaikan waktu dan mengulur-ulur ibadah haji. Lalu saya harus bagaimana?

Ya, bisa jadi itu yang kita rasakan saat ini. Menyesal atas perlakuan kita yang mengabaikan undangan prestisius dari Allah swt ini, padahal saat itu kita mampu melaksanakannya. Lalu, bagaimana selanjutnya kita bersikap?

Dari Anas r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau selama berdoa dan berharap kepada-Ku, maka aku pasti akan memberikan ampunan kepadamu atas segala dosa-dosamu dan Aku tidak akan peduli. Wahai anak Adam! Andaikata dosa-dosamu sampai ke langit kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberikan ampunan kepadamu. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau dertemu dengan-Ku, tapi engkau tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi’.” (HR. At-Tirmidzi)

Memang, manusia tidak pernah luput dari khilaf dan kesalahan. Nah, bagaimana selanjutnya dengan masalah antrian haji yang begitu panjang tersebut? Bahkan di beberapa daerah antriannya sudah mencapai 8 tahun berikutnya. Mendaftar tahun 2012, berangkat tahun 2020! Apa yang perlu dilakukan?

Hal yang perlu dilakukan

Berapa pun nomor antrian yang diperoleh calon jamaah haji saat ini, tak perlu cemas. Ya, tak perlu cemas meskipun umur yang dikandung badan sudah semakin senja. Jika Allah swt berkehendak memuluskan jalan seseorang untuk mendekatkan diri kepada-Nya, segala sesuatunya pasti akan dipermudah. Hal yang penting dalam menyikapi hal ini adalah kuatnya keinginan untuk berhaji disertai ikhtiar selanjutnya untuk mewujudkan niat tersebut. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan,

"Jikalau seorang hamba itu mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas." (Riwayat Bukhari)

Tak sedikit kisah seseorang yang naik hajinya dipercepat dari nomor antriannya. Setidaknya terdapat beberapa faktor yang memungkinkan kondisi ini.

1. Adanya penambahan kuota haji, sehingga lebih banyak calon jamaah haji yang diberangkatkan. Nomor antrian pun untuk tahun selanjutnya menjadi maju.

2. Kebijakan pemerintah untuk mendahulukan calon jamaah haji yang sudah lanjut usia.

3. Adanya calon jamaah haji yang sakit atau tidak sanggup melunasi BPIH/ONH sehingga keberangkatannya ditunda. Posisi jamaah tersebut akan diganti dengan jamaah haji di belakangnya yang lebih siap dari sisi fisik dan biayanya.

Dengan adanya faktor tersebut, terdapat peluang agar kita bisa naik haji lebih cepat. Permasalahannya, sudahkah kita persiapkan diri untuk menyambut peluang tersebut? Nah, berikut beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut peluang tersebut.

1. Menguasai manasik (tata cara) haji, dengan begitu kita sudah siap jika sewaktu-waktu mendapat peluang berangkat lebih cepat.

2. Mendaftarkan diri ke kantor agama setempat dan selanjutnya berusaha terus untuk menyiapkan pembayaran sisanya.

3. Menjalin silaturahmi dengan petugas haji, dengan begitu petugas haji punya pandangan alternatif siapa yang bisa ditawarkan sebagai pengganti jamaah yang batal berangkat ke tanah suci.

Setelah menyiapkan ketiga hal di atas, langkah berikutnya yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan rencana kita yaitu berdoa kepada Allah swt agar diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Di samping itu, perlebar terbukanya celah peluang naik haji lebih cepat dengan sedekah. Wallahu a’lam. (RA)